RMco.id  Rakyat Merdeka - Ejekan berbau rasis yang menimpa Neymar terus menggelinding. Saat Federasi Sepakbola Prancis menyelidiki insiden ini, Neymar justru mendapat dukungan dari pemerintah Brasil.

Dilansir AFP, pemerintah Brasil mendukung Neymar dan mengutuk tindakan rasisme yang menimpa kapten Timnas Brasil itu.

"Dalam menghadapi kasus rasisme lain yang muncul ke permukaan dalam olahraga, Kementerian Wanita, Keluarga dan Hak Asasi Manusia secara terbuka menyuarakan solidaritasnya untuk pemain Neymar Jr," kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan bertajuk "Rasisme adalah kejahatan" pada Selasa (15/9).

Berita Terkait : Beda Nasib Dengan Rupiah, IHSG Dibuka Merah

Neymar menghadapi hukuman dari komisi disiplin liga Prancis setelah menampar bek Alvaro Gonzalez menjelang akhir kekalahan 1-0 PSG dari Marseille Minggu. Dia diusir wasit dan terancam larangan bertanding.

Pernyataan dari kementerian HAM Brasil itu muncul setelah Presiden Brasil Jair Bolsonaro pada Senin me-retweet versi kejadian Neymar sendiri.

Neymar menampar bagian belakang kepala Gonzalez menjelang akhir pertandingan dan memicu perkelahian massal yang berakhir dengan lima pemain dikeluarkan dari lapangan, termasuk Neymar.

Berita Terkait : Ngaku Jadi Korban Rasisme, Neymar Ngamuk

Neymar sendiri memahami agresi, penghinaan, sumpah serapah, bagian dari permainan ini. Ia mengaku tidak selalu menjadi pribadi yang penuh belas kasihan. "Tapi rasisme dan intoleransi tidak bisa diterima. Saya orang kulit hitam. Putra dari orang tua kulit hitam. Saya bangga, dan saya tidak melihat saya berbeda dari siapa pun," demikian kutipan tulisan Neymar di Instagramnya, dikutip dari Marca, Selasa (15/9).

Neymar berharap wasit bisa bekerja dengan adil dalam sebuah pertandingan. Eks pemain Barcelona itu merasa korps baju hitam mengabaikan sejumlah hukuman yang harusnya menjadi keuntungan untuk PSG.

Neymar menerima konsekuensi dari tindakannya pada Alvaro Gonzales. Seharusnya ia mengikuti jalur sepak bola yang bersih.

Berita Terkait : Paris Saint Germain Vs Maseille, Neymar Cs Bebas Corona

"Tapi di sisi lain pelakunya juga harus dihukum. Rasisme itu ada, kita harus menghentikannya," tambahan tulisan dari jebolan akandemi Santos ini. Neymar merasa tetap tegar. Tapi tidak semua orang, baik itu kulit hitam maupun kulit putih, berada dalam situasi yang sama.

Kapten timnas Brasil ini menegaskan, gerakan antirasisme menjadi sesuatu yang diperjuangkan. Ia akan kembali ke lapangan dengan penuh kedamaian. "Saya tahu apa yang kau katakan. Saya tahu apa yang telah saya lakukan. Lebih banyak cinta untuk dunia," ujar Neymar. [IPL]