RMco.id  Rakyat Merdeka - Mike Tyson baru-baru ini menyapa publik Indonesia. Bukan untuk naik ring, tapi menceritakan pengalaman hidupnya pada eks Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dalam acara bertajuk “Life Lessons from the Champ” yang ditayangkan di Mola TV.

Berbagai pertanyaan diajukan Susi. Salah satunya terkait hal sulit yang dilalui di dalam penjara. Legenda tinju dunia itu ternyata merasa tak ada yang sulit, malah terasa seperti liburan.

Tyson pernah keluar masuk penjara, mulai saat masih anak- anak sampai saat karier tinjunya melambung. Salah satu kasus yang menjadi sorotan adalah terkait kasus pemerkosaan. Tyson mendekam di penjara selama tiga tahun pada 1992 sampai 1995.

Baca Juga : Hanya Orang Gila Yang Tak Percaya Corona Ada

“Tak ada yang sulit atau apalah dari hal tersebut. Itu cuma seperti permainan anak-anak, tak ada yang menarik buat saya,” kata Tyson.

“Saya pernah mengalami yang lebih buruk sebelumnya, jadi saya tak terkejut. Saya masuk penjara, tak ada apapun yang terjadi pada saya, tak ada yang akan memukul saya, tak ada yang mau membunuh saya, tak ada yang seperti itu. Orang- orang di penjara juga paham. Jadi saya di sana selama tiga tahun rasanya seperti liburan saja,” sambungnya.

Tyson tak pernah menyesali masuk penjara. Dia menilai apa yang sudah terjadi itu sebagai berkah dalam hidupnya. “Sebuah berkah bagi saya masuk ke penjara. Itu justru jadi salah satu hal terbaik dalam hidup saya,” Tyson mengungkapkan.

Baca Juga : Sertifikasi Tanah Gratis Di Jakarta Terbengkalai

Tyson menjadi petinju kelas berat di masa lalu. Sabuk WBA, WBC, dan IBF pegang secara bersamaan. Si Leher Beton mencatatkan rekor 50 kali menang dengan 44 di antaranya TKO serta enam kali kalah.

Tyson menjadi juara dunia ketika berusia 20 tahun, 4 bulan, 22 hari pada 22 November 1986. Pada 1992 hingga 1995, Tyson harus hidup di hotel prodeo karena didakwa bersalah atas kasus pemerkosaan.

Usai keluar penjara, Tyson kembali memui kejayaanya. The Iron Mike sukses mengawinkan titel kelas berat WBA, WBC, dan IBF. Namun kesuksesan itu tak lama karena ia kembali masuk penjara pada Februari 1999 setelah menyerang dua orang untuk kasus kecelakaan mobil pada Agustus 1998. Tyson berada di titik paling rendah pada 2003.

Baca Juga : Anak Buah Erick Pastikan Proses Merger Jalan Terus

Ia mengalami kebangkrutan. Bahkan, rekening bank-nya saat itu berada di angka 5.000 dolar Amerika Serikat atau setara Rp 75 juta. Jumlah yang memprihatinkan untuk ukuran selebritis. Pada 2005 silam, Tyson gantung sarung tinju. Tyson menutup kariernya yang gemerlap dengan noda setelah dihancurkan Kevin McBride, kalah KO ronde keenam. [MHS]