RMco.id  Rakyat Merdeka - Pebalap Monster Yamaha, Maverick Vinales mengaku akan mengubah strateginya usai gagal mempertahankan posisi terdepan MotoGP Qatar di Sirkuit Losail, Minggu (10/3) malam WIB.

Baca Juga : Soal Pembubaran 18 Lembaga, Ombudsman Usul Jokowi Evaluasi BLU

Menurut Vinales, salah satu penyebab kegagalannya itu antara lain karena kurang agresif. Selain itu, dia kesulitan menyalip karena masalah daya cengkeram ban belakang. “Yang terjadi adalah saya tidak bisa menyalip, itulah masalahnya. saya kehilangan banyak waktu. Saya kepaya­han dengan cengkeraman belakang,” ujar Vinales di laman MotoGP, kemarin.

Baca Juga : MotoGP : Rossi-Marquez Apes, Quartararo Juara Seri Pembuka

Karena itu, jelang MotoGP Argentina, Vinales ber­janji akan mengubah taktik balapnya dan menyuguhkan sesuatu yang berbeda di Termas de Rio Hondo pada 31 Maret mendatang. “Saya mungkin akan mencoba hal yang berbeda di Argentina. Mencoba bertarung dengan pebalap lain sejak latihan, sedikit lebih agresif,” ucap Vinales.

Baca Juga : Biar Ngegas, Aturan Bisnis Logistik Jangan Dibikin Ruwet

Seperti diketahui, Vinales yang sejatinya memulai start terdepan dalam balapan MotoGP Qatar di Sirkuit Losail, justru terlempar jauh ke belakang. Pebalap asal Spanyol itu langsung melorot ke posisi ketujuh. [SAR]