Mantap, Kick-Off Gowes Nusantara Padang Diikuti 10 Ribu Peserta

Deputi Pembudayaan Olahraga Kеmеnроrа, Rаdеn Isnanta membuka Gowes Nusantara 2019 di kаwаѕаn Kоmрlеk GOR. H. Aguѕ Salim, Kota Padang. (Foto : Kemenpora)
Klik untuk perbesar
Deputi Pembudayaan Olahraga Kеmеnроrа, Rаdеn Isnanta membuka Gowes Nusantara 2019 di kаwаѕаn Kоmрlеk GOR. H. Aguѕ Salim, Kota Padang. (Foto : Kemenpora)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Gоwеѕ Nuѕаntаrа 2019  bertema “Kіtа Sеmuа Bersaudara”, resmi dimulai di Kota Padang, Sumatera Barat, Minggu (31/3). Program unggulan Kemenpora ini diikuti lebih dari 10 ribu pegowes. 

Bekerjasama dengan BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional),  Gowes Nusantara 2019 secara resmi dibuka oleh Deputi Pembudayaan Olahraga Kеmеnроrа, Rаdеn Isnanta yang mewakili Menpora Imam Nahrawi dі kаwаѕаn Kоmрlеk GOR. H. Aguѕ Salim, Kota Padang.

"Bapak Ibu pecinta sepeda, dengan menghitung mundur lima hingga satu, kita lepas dua kegiatan sepeda yakni Jelajah Sepeda Nusantara menuju wilayah Timur Indonesia, kemudian diikuti tim Gowes Nusantara 10 ribu masyarakat Padang dan sekitarnya," ucap Raden Isnanta saat mengibas bendera start yang diiringi dentingan bel sepeda.

Isnanta menjelaskan selain bertujuan sehat dan bugar, ajang Gowes Nusantara juga untuk mengenalkan kekuatan Indonesia di sektor sosial, budaya, wisata, dan kuliner.

Baca Juga : Perry Prediksi Perekonomian Global Mulai Membaik April

Dia berpesan agar masyarakat  membudayakan sepeda mulai dari pelajar yang berangkat sekolah sampai pekerja yang lebih baik bersepeda menuju tempat bekerja. "Artinya jika lebih banyak sepeda yang digunakan masyarakat akan dapat menciptakan udara yang segar dan polusi udara akibat kendaraan bermotor bisa dikurangi. Udara segar dan badan pun sehat," kata Isnanta didampingi oleh Wali Kota Pаdаng Mаhуеldі dan Deputi Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga BKKBN M Yani.

Isnanta menyebut Padang memiliki banyak komunitas sepeda. Hal ini terlihat dalam Gowes Nusantara 2019, yang mengenakan seragam komunitas sepedanya. Artinya dengan dipilih Padang sebagai garis start Gowes Nusantara 2019, adalah hal yang tepat.

"Jadi setelah start di Padang, maka untuk puncak Gowes Nusantara 2019 sendiri rencananya akan dilaksanakan pada September 2019 mendatang. Tepatnya, saat perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) pada 9 September," tegas dia dalam keterangan tertulisnya Sabtu (31/3)

Selain itu, Kemenpora juga menyosialisasikan adanya program pendamping Gowes Nusantara, yakni Gowes Jelajah Nusantara yang melibatkan 20 orang pesepeda. Mereka nantinya akan melakukan touring, mengayuh sepeda dari daerah paling ujung di Timur Indonesia (Papua) mulai dari Merauke, Jayapura, Papua Barat, Maluku Utara, Maluku, Nusa Tenggara Timur.

Baca Juga : Setelah Larang Warga Asing, Kini Arab Saudi Tak Izinkan Warganya Umroh

"Rombongan yang terdiri ini akan menyusuri jalanan Indonesia, mengayuh sepedanya sejauh 5 ribu  Km yang akan berakhir di Mataram (Nusa Tenggara Barat). Semoga selesai sesuai yang kami rencanakan," harapnya.

Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah menyambut baik start Gowes Nusantara 2019 di kawasan GOR Agus Salim Padang. Selama ini, lanjut dia, cukup banyak masyarakat di Padang yang gemar berolahraga dengan sepeda.

"Gowes Nusantara 2019 ini turut mengkampanyekan kepada masyarakat pmeniru gaya hidup sehat melalui olahraga bersepeda. Seperti seakan jadi style nya sekarang, mulai dari yang muda hingga ke bapak-bapak yang memiliki usia tidak muda lagi," sebutnya.

Mahyeldi melihat melalui olahraga dapat menyatukan kebinnekaan di Indonesia ini. Karena yang gemar berolahraga dengan sepeda tidak hanya sekelompok orang saja, tapi melihat peserta Gowes Nusantara 2019 yang mencapai 10 ribu orang lebih, membuktikan kegiatan Gowes Nusantara elah menyatukan masyarakat Indonesia dari Sabang - Merauke.

Baca Juga : Tim Tanggap Covid-19 DKI Sebut 121 Orang Yang Dipantau Sudah Sehat

Total 19 Km dilahap oleh para pesepeda dengan mengambil rute, mulai start di kawasan simpang GOR, menuju Jalan Khatib Sulaiman Padang, berputar melihat lokasi wisata Pantai Padang, melalui Jembatan Siti Nurbaya, lalu lanjut ke kawasan Kampung Pondok kemudian Klenteng. Rombongan kemudian berputar dan kembali mencapai finis di kawasan GOR Agus Salim, Padang. [IPL]