Pertandingan Diwarnai Flare dan Keputusan Kontroversial

Persija Naik Tahta, Selangkah Lagi Juara Liga 1

Tim asuhan Teco, rayakan kemenangan yang mengantar Persija Jakarta ke puncak klasemen sementara Liga 1 2018. (Foto: IG @persijajkt)
Klik untuk perbesar
Tim asuhan Teco, rayakan kemenangan yang mengantar Persija Jakarta ke puncak klasemen sementara Liga 1 2018. (Foto: IG @persijajkt)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Persija Jakarta semakin dekat dengan gelar Juara Liga 1 2018, setelah mencuri tiga angka poin ke markas Bali United 2-0 di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Minggu (2/12).

Di laga tersebut, Persija langsung tancap gas sejak peluit awal dibunyikan. Sejumlah peluang emas berhasil didapatkan Marko Simic untuk menjebol gawang Mochammad Diky Indriyana. Akan tetapi, gol Persija bukan lahir dari kaki pemain asal Kroasia itu, melainkan dari tendangan keras gelandang Sandi Sute pada menit ke-7.

Sandi Sute melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti, dan tak mampu ditepis kiper Mochammad Diky, sehingga bola bersarang ke gawangnya melalui pojok kanan atas. Tak lama setelah gol Sandi Sute, pertandingan sempat terhenti sementara akibat suporter Bali United menyalakan flare alias petasan asap.

Baca Juga : Juve Diuntungkan Pembatalan Semifinal Copa Italia

Tercatat, wasit Djumadi Efendi empat kali menghentikan pertandingan. Setelah pertandingan kembali dimulai, Bali United mencoba mengatur ritme pertandingan. Pada menit ke-36, Bali United mendapatkan peluang melalui Stefano Lilipaly.

Akan tetapi, kiper Persija Andritany lebih cekatan dalam mengantisipasi peluang tersebut. Semenit kemudian, giliran Yabes Roni yang mendapatkan peluan. Beruntung, tendangan Yabes masih bisa dihalau Maman Abdurahman. Dalam sisa waktu, skor 1-0 bertahan hingga babak pertama usai.

Bali United langsung mencoba mengendalikan permainan pada awal babak kedua, demi menyerang Persija. Serangan Bali United dilakukan secara frontal, namun semuanya masih gagal menjadi gol, karena pertahanan Persija yang demikian rapat.

Baca Juga : Jangan Panik, Jangan Timbun Makanan, Tirulah Gaya Hidup Sehat Warga Desa

Menit 54, Bali United mendapatkan peluang. Berawal dari aksi dari umpan Irfan Bachdim ke pertahanan Persija. Akan tetapi, Ilija Spasojevic gagal meneruskan umpan tersebut ke gawang Andritany.

Alih-alih menyamakan kedudukan, Bali United justru kembali kebobolan. Itu terjadi pada menit ke-84, melalui tendangan penalti dari Marko Simic. Hadiah penalti didapatkan Persija setelah Syaiful menjatuhkan Ramdani Lestaluhu di dalam kotak penalti.

Bali United akhirnya bisa mencetak gol pada menit ke-90+4 melalui tendangan dari Stefano Lilipaly. Pemain naturalisasi itu memanfaatkan umpang matang dari Ilija Spasojevic. Namun, gol itu telat, karena, tak lama setelahnya, wasit meniupkan peluit panjang tanda pertandingan berakhir kemenangan bagi Persija 2-1.

Baca Juga : Insentif Turis Asing Dibatalkan

Kemenangan Persija Jakarta diwarnai keputusan kontroversial wasit Djumadi Effendi pada menit 104. Djumadi  memutuskan pertandingan itu berakhir tanpa ada tambahan waktu pertandingan. Alhasil, pelatih dan para pemain Bali United pun protes.

Namun, Djumadi Effendi bergeming. Keputusan itu tak lepas dari ulah suporter beberapa menyalakan flare di tribun penonton. Selama laga itu,  Djumadi beberapa kali menghentikan laga, termasuk sebelum meniup peluit panjang.

Hasil ini menempatkan Persija di tahta klasemen dengan nilai 59, menggeser PSM Makassar yang terpaut 2 angka. Juku Eja baru akan melakukan pertandingan melawan Bhyangkara FC, Senin (3/12). Pada laga pamungkas, Persija akan menjamu Mitra Kukar di Stadion Patriot, Bekasi, Minggu (9/12). [WUR]