Alfian M Fadjri Sabet Gelar Juara Dunia Panjat Tebing

Atlet panjat tebing Indonesia, Alfian M Fadjri berhasil meraih gelar Juara Dunia dalam nomor Mens Speed World Record pada IFSC World Cup di Chongqing, China, Jumat (26/4). (Foto: Antara)
Klik untuk perbesar
Atlet panjat tebing Indonesia, Alfian M Fadjri berhasil meraih gelar Juara Dunia dalam nomor Mens Speed World Record pada IFSC World Cup di Chongqing, China, Jumat (26/4). (Foto: Antara)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Atlet panjat tebing Indonesia Alfian M Fadjri berhasil meraih gelar Juara Dunia, setelah menjadi yang terbaik pada nomor Men's Speed World Record pada IFSC World Cup di Chongqing, China, Jumat (26/4).

Berdasarkan data yang dihimpun media dari Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) di Jakarta, Sabtu (26/4), atlet asal Solo itu mampu mengalahkan lawannya dari Ukraina, Kostiantyn Pavlenko di babak final dengan catatan waktu 5,961 detik sedangkan Pavlenko 6,310 detik.

Medali perunggu diraih Sergey Rukin dari Rusia, dengan catatan waktu 6,808 detik. Rukin mengalahkan lawannya asal China, Zhong Qixin, yang terjatuh dalam perebutan medali perunggu.

Baca Juga : Soal Upah Buruh, Ini Penjelasan Aice

Bagi Alfian, ini adalah medali pertamanya di IFSC world cup dan langsung meraih gelar juara dunia. Sebelumnya, Alfian meraih medali emas di Asian Championship di Kurayoshi, Jepang, November 2018.

"Saya sangat berterima kasih kepada semua yang telah mendukung. Syukur Alhamdulillah kepada Tuhan yang Maha Esa, saya bisa maksimal," kata Alfian dalam keterangan resminya.

Menurut Alfian, kunci kemenangannya kali ini adalah perasaan yang lebih tenang dan rileks. Dia juga selalu berdoa agar diberi kelancaran selama bertanding.

Baca Juga : Airlangga Beri Kuliah Umum di Seskoal

"Ini awal bagus bagi timnas. Saya percaya, pelatih punya strategi agar kita juga bisa bagus di nomor boulder dan lead," kata Ketua Umum FPTI Faisol Riza, seperti dikutip Kantor Berita Antara, Sabtu (27/4).

Di sisi lain, Aspar Jaelolo gagal melaju ke perempat final setelah dikalahkan oleh Pavlenko, si peraih medali perak. Di babak perdelapan final, Aspar sempat sedikit terpeleset sehingga catatan waktunya mengendur menjadi 6,286 detik.

Pavlenko unggul 0,1 detik dengan catatan waktu 6,130 detik. Sementara itu, atlet putri andalan Indonesia, Aries Susanti Rahayu, gagal melaju ke babak semi final. Aries dikalahkan oleh Anouck Jaubert dari Prancis dengan selisih skor tipis 0,02 detik. Aries menorehkan waktu 7,429 detik sedangkan Jaubert 7,400 detik.

Baca Juga : Sejumlah Wilayah Di Indonesia Rentan Rawan Pangan

Atlet putri Indonesia lainnya, Nurul Iqamah, gagal di babak perdelapan final melawan Rudzinska. Nurul menorehkan catatan waktu 8,724 detik sedangkan Rudzinska 7,742 detik. Sebelumnya pada 2018, Aries meraih gelar juara dunia pertamanya di IFSC World Cup Chongqing.

Video aksinya berlaga di babak final beredar luas, dan sejak saat itulah julukan Spider Women melekat padanya. [HES]