Imunisasi, Cegah Kecacatan Hingga Kematian

Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan 2-3 juta jiwa terselamatkan tiap tahunnya di seluruh dunia berkat program imunisasi.

Sejak vaksin ditemukan, sejumlah penyakit yang dulunya mematikan atau membuat kelumpuhan, berhasil ditekan dan menjadi sangat jarang. Termasuk tuberkulosis, hepatitis B, difteri, pertusis (whooping cough, batuk rejan), tetanus, polio, campak, pneumonia, gondongan, diare akibat rotavirus, rubella).

Meski di tengah pandemi seperti sekarang, anak tetap bisa mendapatkan vaksinasi di rumah sakit atau puskesmas dengan aman dan nyaman. Banyak fasilitas kesehatan telah menerapkan prosedur keselamatan Covid-19 untuk vaksinasi, seperti adanya pendaftaran awal atau pre-booking registration dan area yang terpisah antara pasien sakit dan vaksinasi.

Bahkan, saat ini beberapa rumah sakit atau klinik juga sudah menyediakan layanan vaksinasi di rumah dan layanan vaksinasi drive-thru. Dengan begitu, para orangtua dapat langsung menanyakan pada rumah sakit atau klinik terdekat untuk mengetahui lebih lanjut mengenai layanan vaksinasi, dan lengkapi vaksinasi anak.

Sebelumnya, Sekretaris Satgas Imunisasi Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia Prof Soedjatmiko, SpA(K), MSi, mengatakan imunisasi sebenarnya efisien dan efektif. Dalam imunisasi, satu kali suntikan dalam tempo dua pekan sudah memunculkan kekebalan spesifik terhadap penyakit berbahaya.

"Itulah keunggulan utama imunisasi," jelasnya disela acara Press Conference “Imunisasi Lengkap dan Nutrisi Tepat Untuk Mendukung Indonesia Sehat” yang diselenggarakan Nestlé, di Jakarta, beberapa bulan lalu.

"Vaksin itu untuk penyakit berbahaya. Kalau tidak berbahaya tidak dibuat vaksinnya," tandasnya. [MEL]


RM Video