Bupati Zaki Bicara Soal Bansos Untuk Warga Terdampak Covid-19

Tentang mekanisme penyaluran bantuan sosial, bagaimana skemanya dan apakah ada banyak kendala? Kami punya lima skema bantuan sosial.

Pertama, dari Kemensos melalui program-program bantuan non tunai dan tunai Rp600 ribu untuk masyarakat terdampak atau masyarakat miskin baru.

Kedua, bantuan dari Provinsi. Tunai sebesar Rp600 ribu. Pendataannya diserahkan kepada Kota/ Kabupaten, dengan kuota terbatas. Saat ini, sedang proses upload data dan pembuatan rekening, mencetak kartu ATM karena bantuan melalui bank.

Ketiga, bantuan dari APBD Kabupaten. Alokasinya sebesar Rp50 miliar perbulan, selama tiga bulan, Mei-Juli. Nilainya Rp600 ribu juga.

Keempat, dari ADD atau alokasi dana desa. Sebanyak 30 persen dari dana desa direlokasi untuk masyarakat yang terdampak Covid-19. Dana desa di sini sekitar Rp1,8 miliar per tahun, atau itu berarti rata-rata per desa mendapat alokasi anggaran sekitar Rp600 jutaan, atau perbulan sekitar Rp50 juta. Bisa dibagi beberapa KK Cukuplah.

‚ÄčKelima, skema dari hasil menginisiasi dan menghimpun bantuan dari CSR perusahaan. Ada yang mendistribusikan langsung, tapi ada juga yang disalurkan melalui Kabupaten.

Sebelumnya mereka mengirim pakaian APD, alat medis, rapid test dan masker. Sekarang, kita arahkan sembako saja. Beras 5 Kg, minyak goreng 1 liter, gula 1 Kg. Kalau bisa ditambah terigu 1 Kg dan mie instan. Alhamdulillah, saat ini sudah terhimpun hampir 20 ribu paket sembako. Dari TNI dan Polri juga ada bantuan beras. Sebagian bantuan-bantuan ini dikirim ke kecamatan, sebagai stok, manakala ada masyarakat yang membutuhkan.

Bansos ini untuk melapis kelompok masyarakat yang tidak tercover oleh skema di atas. Siapa saja? Misalnya, guru-guru ngaji di madrasah, di pondok-pondok pesantren, marbot-marbot masjid. Atau masyarakat yang tinggal di Tangerang tapi tidak berKTP Tangerang. Dan masyarakat yang pada saat pendataan belum katagori miskin, dan kini menjadi miskin. Paket bansos ini diberikan saat Ramadhan dan Idul Fitri.